Pengaruh Bahasa Ibu Terhadap Bahasa Target


Pengaruh bahasa ibu
terhadap bahasa asing sangatlah besar. Akan tetapi bagaimana cara kita mengubah pengaruh tersebut menjadi pengaruh yang baik?
 
Bahasa adalah alat komunikasi yang terorganisasi dalam bentuk satuan-satuan, seperti kata, kelompok kata, klausa, dan kalimat yang diungkapkan baik secara lisan maupun tulis. Terdapat banyak sekali definisi bahasa, dan definisi tersebut hanya merupakan salah satu di antaranya. Anda dapat membandingkan definisi tersebut dengan definisi sebagai berikut: bahasa adalah sistem komunikasi manusia yang dinyatakan melalui susunan suara atau ungkapan tulis yang terstruktur untuk membentuk satuan yang lebih besar, seperti morfem, kata, dan kalimat, yang diterjemahkan dari bahasa Inggris: “the system of human communication by means of a structured arrangement of sounds (or written representation) to form lager units, eg. morphemes, words, sentences” (Richards, Platt & Weber, 1985: 153).

Bahasa ibu tentunya dapat memberi pengaruh besar dalam mempelajari bahasa kedua. Lantas, apakah pengaruh yang diberikan selalu pengaruh buruk? Atau, bagaimana cara kita memanfaatkan pengaruh tersebut? Simak artikel ini untuk mengetahui lebih lanjut.

Hubungan antara Bahasa Ibu dan Bahasa Kedua

    Hubungan yang terdapat antara bahasa ibu dengan bahasa kedua yang tengah dipelajari bisa menjadi pisau bermata dua bagi seseorang. Mengapa? Karena hubungan yang dimiliki keduanya meliputi persamaan dan perbedaan, baik dalam unsur kebahasaan maupun struktur kebahasaan. Hal ini dikemukakan oleh Charles Fries dan Robert Lado dalam pengembangan hipotesisnya, bahwa adanya kemudahan dalam belajar bahasa kedua adalah karena terdapat beberapa kesamaan antara bahasa ibu dan bahasa kedua. Sebaliknya, timbulnya kesulitan dalam pembelajaran bahasa kedua karena adanya perbedaan antara kedua bahasa, yang bahkan dapat menimbulkan kesalahan.
  Secara sadar atau tidak, seorang pembelajar bahasa kedua (B2) lebih sering mentransfer unsur yang terdapat pada bahasa ibu/bahasa pertama (B1) kedalam B2 ketika dia sedang menggunakannya. oleh karena itu, pembelajaran bahasa asing akan lebih mudah apabila kita mempelajari bahasa yang lebih dekat. Indah dan Abdurrahman mengungkapkan "pengajar bahasa asing beranggapan bahwa diperlukan lebih banyak waktu untuk mempelajari bahasa yang jauh daripada yang dekat perbedaannya dengan B1." Sebagai contoh, orang Indonesia lebih mudah mempelajari bahasa Mandarin daripada bahasa Prancis.
    Maka dari itu, B1 bisa menjadi penghalang yang sangat berat bagi bahasa-bahasa target lainnya. Alangkah baiknya bagi kita untuk memahami sepenuhnya terkait konsep bahasa yang tengah dipelajari, bukan memberi korelasi antara B1 dengan bahasa-bahasa target kita.


Demikianlah penjelasan singkat mengenai pengaruh bahasa ibu terhadap bahasa target. Semoga informasi ini dapat bermanfaat.



sumber:

Comments

Popular Posts